ANALISIS KINERJA DAN STRATEGI PENGEMBANGAN UMKM ALAS KAKI DI DESA PAGELARAN



Ulul Hidayah(1*), Sri Mulatsih(2), Yeti Lis Purnamadewi(3)

(1) Institut Pertanian Bogor
(2) Institut Pertanian Bogor
(3) Institut Pertanian Bogor
(*) Corresponding Author

Abstract


Village economic development should be focused on local potential. Each village has different potentials, one of which is Pagelaran Village which has local potential in footwear business development. In developing the footwear sector as the center of village economic growth, it is necessary to identify the problems and business needs. The Impotence Performance Analysis (IPA) method is carried out to measure the gap between the level of conditions and the level of importance of the variables in the development of a footwear business. From the results of the study concluded that the problems in the development of footwear businesses are limited capital, high raw material prices, decreasing number of workers, low selling prices, poor business management, lack of roles of craftsmen and government groups in business development. Results of the gap analysis indicate that the variable that has the largest gap is the variable role of the government in business development with a performance value of 33%. The village government through village community empowerment policies and programs that are very much needed by footwear entrepreneurs. To increase the footwear business, the village government needs to establish BUMDes with the main program, providing capital loans, procuring raw materials, joint marketing, and training in business management skills.

 

Pembangunan ekonomi desa dapat dicapai dengan memperhatikan potensi lokal. Setiap desa memiliki potensi yang berbeda-beda, salah satunya Desa Pagelaran yang memiliki potensi lokal di bidang pengembangan usaha alas kaki. Dalam mengembangkan sektor alas kaki sebagai pusat pertumbuhan ekonomi desa maka perlu dikakukan identifikasi permasalah dan kebutuhan usaha. Sehingga dapat dirumuskan strategi pengembangan usaha alas kaki sebagai potensi lokal Desa Pagelaran. Metode Impotrance Performance Analysis (IPA) dilakukan untuk mengukur gap antara tingkat kondisi dan tingkkat kepentingan variabel-variabel pengembangan usaha alas kaki. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa masalah-masalah yang dihadapi dalam pengembangan usaha alas kaki adalah ketersediaan modal usaha, harga bahan baku yang tinggi, jumlah tenaga kerja semakin berkurang, buruknya manajemen usaha, tidakadanya peran kelompok pengrajin dan pemerintah dalam pengembangan usaha. Sedangkan hasil dari analisis gap menunjukkan bahwa variabel yang memiliki gap terbesar adalah variabel peran pemerintah dalam pengembangan usaha dengan nilai 2,96. Hal ini menunjukkan kehadiran pemerintah desa melalui kebijakan dan program pemberdayaan masyarakat desa sangat dibutuh oleh pengusaha alas kaki. Untuk meningkatkan usaha alas kaki pemerintah desa perlu membentuk BUMDes dengan program utama, pemberian pinjaman modal, pengadaan bahan baku, pemasaran bersama, dan pelatihan keterampilan manajemen usaha.


Keywords


Alas Kaki, Potensi Lokal, UMKM

Full Text:

PDF INDONESIA

References


Adisasmita, R. 2013. Pembangunan Perdesaan. Makasar(ID): Graha Ilmu.

Agunggunanto, E. Y., Arianti, F., Kushartono, E. W., & Darwanto. 2016. Pengembangan Desa Mandiri Melalui Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa ( BUMDes ). Jurnal Dinamika Ekonomi & Bisnis. 13(1): 67–81. Retrieved from https://ejournal.unisnu.ac.id/JDEB/article/viewFile/395/753

Algifari. 2016. Mengukur Kualitas Layanan dengan Indeks Kepuasan, Metode Importance Performance Analysis (IPA) dan Metode Kano. Yogyakarta(ID): BPFE Yogyakarta.

Alyas, Rakib, M. 2017. Strategi Pengembangan Usaha Kecil Dan Menengah Dalam Penguatan Ekonomi Kerakyatan (Studi Kasus pada Usaha Roti Maros di Kabupaten Maros). Sosiohumaniora. 19(2): 114–120. https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v19i2.12249

Bustam, N. H. 2016. Pengaruh Jumlah Unit, Pdb Dan Investasi Umkm Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Indonesia Periode 2009-2013. Kutubkhanah: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan. 19(2): 250–261.

Dewi, A. S. K. 2014. Peranan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sebagai Upaya Dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) Serta Menumbuhkan Perekonomian Desa. Journal of Rural and Development. 5(1): 1–14. Retrieved from https://jurnal.uns.ac.id/rural-and-development/article/view/914/878

Elisa, A. F., & Santoso, E. B. 2017. Penentuan Faktor – Faktor yang Berpengaruh di Kelurahan Kemasan Kecamatan Krian Pengembangan Ekonomi Lokal. Jurnal Teknik ITS. 6(2): C471–C476.

Fereshti, N., Saputro, E. P., & Purnomo, D. 2008. Penguatan Kapasitas Klaster Usaha Kecil Dan Menengah : Kasus Di Serenan, Klaten. Jurnal Ekonomi Pembangunan. 9(1): 83–95.

Kesumadinata, A. J., & Budiana, D. N. 2012. Hubungan faktor yang berpengaruh terhadap produksi kerajinan sepatu di Kecamatan Denpasar Barat. E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana. 1(2): 82–92.

Lestari, M. C., Rosita, & Marhanah, S. 2017. Strategi Penguatan Citra Cibaduyut Sebagai Kawasan Wisata Kerajinan Sepatu Di Kota Bandung. 13(2): 87–102. https://doi.org/10.17509/jurel.v13i2.4983

Maknun, I. 2016. Peran Kelompok Usaha dan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga (KUPEK) Assolahiyah dalam Upaya Menciptakan Kemandirian Masyarakat di Bidang Ekonomi. Jurnal Resolusi Konflik, CSR, Dan Pemberdayaan Juni. 1(1): 26–31.

Munizu, M. 2010. Pengaruh Faktor-Faktor Eksternal dan Internal Terhadap Kinerja Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Sulawesi Selatan. Jurnal Manajemen Dan Wirausaha. 12(1): 33–41. https://doi.org/10.9744/jmk.12.1.pp.33-41

Murwadji, T., Rahardjo, D. S., & Hasna. (2017). Bumdes sebagai Badan Hukum alternatif dalam pengembangan perkoperasian indonesia. Jurnal Hukum Kenotariatan Dan Ke-PPAT-An. 1(1): 1–18. Retrieved from http://jurnal.fh.unpad.ac.id/index.php/jad/issue/view/7

Muta’ali, L. 2006. Pengembangan Wilayah Perdesaan (Prespektif Keruangan). Yogyakarta(ID): Badan Penerbit fakultas Geografi (BPFG-UGM).

Nicholson, W. 1995. Teori Mikroekonomi : Prinsip Dasar dan Perluasan. Terjemah D. Wirayaya. Jakarta: Binarupa Aksara.

Niode, I. Y. 2009. Sektor Umkm Di Indonesia : Profil, Masalah, dan Strategi Pemberdayaan. Jurnal Kajian Ekonomi Dan Bisnis OIKOS-NOMOS, 2(1), 1–10.

Nurhayati, Y., & Komara, H. A. 2013. Pengaruh Pasokan Bahan Baku Terhadap Proses Produksi Dan Tingkat Penjualan Pada Industri Rotan Kabupaten Cirebon. Edunomic. 1(1): 26–34.

Putra, T. G. 2015. Peran Pemerintah Daerah Dan Partisipasi Pelaku Usaha Dalam Pengembangan UMKM Manik-Manik Kaca di Kabupaten Jombang. Jurnal Kebijakan Dan Manajemen Publik. 3(1): 1–10.

Ratnawati, T., & Hikmah. 2012. Faktor - faktor yang mempengaruhi kinerja UKM (Studi Kasus UKM di Kabupaten dan Kota Semarang). Jurnal Ilmiah UNTAG Semarang. 2(1): 102–114.

Soleh, A. 2017. Strategi Pengembangan Potensi Desa. Jurnal Sungkai. 5(1): 32–52.

Sudiarta, I. P. L. E., & Kirya, I Ketut Cipta, I. W. 2014. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bangli. E-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha. 2(1): 1–8.

Sudiyanti, N., Ismawati, & Irwansyah, A. 2017. NoPengaruh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terhadap pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Sumbawa tahun 2011-2015. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis. 14(2): 130–143.

Sunariani, N. N., Suryadinata, A. O., & Mahaputra, I. I. R. 2017. Pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (umkm) melalui program binaan di provinsi Bali. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis. 2(1): 1–20.

Tambunan, T. 2009. UMKM di Indoneisa. Jakarta(ID): Ghalia Indonesia.

Tarigan, R. 2007. Ekonomi Regional Teori dan Aplikasi. Jakarta(ID): Bumi Aksara.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Ulul Hidayah, Sri Mulatsih, Yeti Lis Purnamadewi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Published by LLDIKTI Wilayah X

Khatib Sulaiman Street Padang
West Sumatera, Indonesia
Phone: +62751705637
Fax: +62751705637
Email: [email protected]

E ISSN 2477-7862