Pengaruh Perbedaan Spesies Luwak Terhadap Kadar Kofein Dari Kopi Luwak Jenis Robusta



Rahma Yulia(1*), Adek Zamrud Adnan(2), Deddi Prima Putra(3)

(1) Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi
(2) Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi
(3) Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi
(*) Corresponding Author

Abstract


The influence of different species of civet on caffeine content of Robusta civet coffee ( Coffea Robusta) had been done. The Civet species used are Paradoxurus Hermophroditus (Pandan civet) and Arctictis Binturong ( Bulan civet). The Coffee used is Robusta varieties ( Coffea Robusta). Caffeine’s level of robusta civet coffee has been given to two species of civet and after that they are analyzed using TLC Scanner Method quantitatively. The process of robusta civet coffee extraction was done by using Dichloromethane solvent and sonicated for 15 minutes on  themperature 40 º C, then the filtrate obtained was filtered with whatmant filter paper, then concentrated by using rotary evaporator. The quantitative analysis measured from the caffeine was measured using Thin Layer Chromatograpy ( TLC ) then Scanned by Densitometry ( TLC Scanner ) to obtain the content of caffeine from the civet coffee. Robusta coffee beans given to the civet Bulan (Arctictis Binturong) species have 1,91 % caffeine content where the caffeine content is higher when compared to robusta  coffee given to Pandan civet (Paradoxurus Hermophroditus) which has only 1,30 % caffeine. Based on the SPSS 21 anne-ment using anava Three Roads, it is known that differences in civet species affect the levels of robusta civet coffee caffeine.

Telah dilakukan Penelitian Pengaruh Perbedaan Spesies Luwak Terhadap Kadar Kofein dari Kopi Luwak Jenis Robusta (Coffea Robusta). Spesies Luwak yang digunakan adalah Paradoxurus Hermophroditus ( Luwak Pandan) dan Arctictis Binturong ( Luwak Bulan). Kopi yang dipakai adalah spesies Robusta ( Coffea Robusta). Kadar kofein kopi luwak robusta yang diberikan kepada dua spesies luwak tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode TLC Scanner secara kuantitatif. Proses Ekstraksi Kopi luwak robusta dilakukan dengan  menggunakan pelarut diklorometan dan disonikasi selama 15 menit kemudian filtrate yang diperoleh disaring dengan kertas saring Whatman kemudian dipekatkan dengan rotary evaporator. Analisis kuantitatif dari kofein di ukur dengan menggunakan Kromatografi Lapis Tipis ( KLT ) kemudian di Scanning dengan alat  Densitometri (TLC Scanner) sehingga diperoleh kadar kofein dari kopi luwak tersebut. Biji Kopi Robusta yang diberikan pada Spesies luwak Bulan ( Arctictis Binturong ) mempunyai kadar kofein 1, 91 % dimana kadar kofein ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan kopi robusta yang diberikan kepada luwak pandan (Paradoxurus Hermophroditus) yang hanya memiliki kadar kofein 1, 30 %. Berdasarkan analisis SPSS 21 menggunakan Anava tiga Jalan diketahui bahwa perbedaan spesies luwak mempengaruhi kadar kofein kopi luwak robusta.


Keywords


Kofein; Kopi Luwak; Coffea Robusta; Luwak Pandan; Luwak Bulan

Full Text:

PDF

References


Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia, 2012., Statistik Kopi Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia 2009-2011., Jakarta

Harmita, 2004, Petunjuk Pelaksanaan Validasi Metode dan Cara Penghitungannya, Majalah Ilmu Kefarmasian, vol.1 (3), pp. 117-135.

Morlock, Gerda. 2008. Planar Chromatography. CAMAG Bibliography Service. CAMAG Switzerland

Nurhayat, W., 2013., Kopi Luwak RI Paling Laku di Dunia., diakses tanggal 16 Desember 2013 dari http://finance.detik.com/47023/kopi-luwak-ri-paling-laku-di-dunia.

Nurmayanti., 2013., Kopi-kopi Termahal di Dunia Luwak No 1., diakses pada tanggal 5 Januari 2014 dari http://bisnis.liputan6.com/read/644214/kopi-kopi-termahal-di-dunia-luwak-no-1.

Radydjencole., 2011., Indonesia Penghasil Jopi terbesar ke – 3 Dunia., diakses pada tanggal 6 Desember 2013 dari http://forum.detik.com/indonesia-penghasil-kopi-terbesar-ke-3-dunia-t292411.html

Rahardjo P. Cet 2. Jakarta. 2013. Panduan Budi Daya dan Pengolahan Kopi Arabika dan Robusta., Penebar Swadaya

Ridwansyah, (2003)., Pengolahan Kopi, Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian., Universitas Sumatera Utara

Ruosi et al, 2012., A further tool to monitor the coffee roasting process: aroma composition and chemical indices., J Agric Food Chem. Nov 14;60(45):11283-91

Sapri., 2013., Proses Pengolahan Kopi Luwak., diakses tanggal 29 Maret 2014 dari http://ratuluwakliwa.com/proses-pengolahan-kopi-luwak.htm.

Sitaresmi, et al, 2016., Penentuan Kadar Kofein Kopi Robusta Terfermentasi oleh Enterococcus durans, enterococcus sulfureus, lactobacillus gariviea, Jurnal Farmamedika, Vol. 1 No. 2.

Watson, DG 1999, Pharmaceutical Analysis : A textbook for pharmacy student and pharmaceutical chemists, Harcourt Publishers, New York


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Rahma Yulia, Adek Zamrud Adnan, Deddi Prima Putra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Published by LLDIKTI Wilayah X

Khatib Sulaiman Street Padang
West Sumatera
Phone: +62751705637
Fax: +62751705637
Email: [email protected]

E ISSN : 2502-0943

Web
Analytics View My Stats