ANALISIS JENIS KEMASAN TERHADAP KADAR PROTEIN DAN KADAR AIR PADA TEMPE



Reny Salim

Abstract


Tempe merupakan makanan tradisional yang mengandung kadar protein cukup tinggi. Proses fermentasi tempe dapat terganggu jika kemasan yang digunakan tidak mendukung proses tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemasan (daun pisang dan plastik) terhadap kadar protein tempe. Kegiatan analisis ini menggunakan metode Kjeldhal melalui tiga tahapan (destruksi, destilasi, dan titrasi). Hasil analisis kadar protein pada tempe bungkus daun sebesar 44,77% dan tempe bungkus plastik sebesar 41,38%. Perbedaan ini diuji dengan T-Test Paired dengan hasil sig = 0,004 (sig<0,05) yang berarti jenis kemasan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kadar protein.

 

Tempe is a traditional food of Indonesian society that contains high of levels of protein. Tempe fermentation process can be disrupted if the packaging used doesn't support the process. This study aims to detemine the effect of packaging (banana leaf and plastic) on the protein content of tempe. This analysis activity uses Kjeldhal method through three stages (destruction, distillation, and titration). The result of protein content analysis on leaf tempe was 44,77% and plastic wrap was 41,38%. This difference was tested by Paired T-Test with sig = 0,004 (sig<0,05), which means that packing type has significant effect on protein content.


Keywords


kemasan; kadar protein; tempe; metode Kjeldhal

Full Text:

PDF

Article Statistics

Abstract View : 0 Times
PDF : 0 Downloaded

References


Astuti, N. P. (2009). Sifat Organoleptik Tempe Kedelai Yang Dibungkus Plastik ,. Fakultas Ilmu Kesehatan, UMS (Skripsi). Haliza, W., D. (2007). Pemanfaatan Kacang-Kacangan Lokal Sebagai Substitusi Bahan Baku Tempe dan Tahu. Buletin Teknologi Pascapanen Pertanian, 3: 1-8. Jubaidah, S., Nurhasnawati, H., & Wijaya, H. (2016). PENETAPAN KADAR PROTEIN TEMPE JAGUNG ( Zea mays L .) DENGAN KOMBINASI KEDELAI ( Glycine max ( L .) Merill ) SECARA SPEKTROFOTOMETRI SINAR TAMPAK. Jurnal Ilmiah Manuntung, 2(1), 111–119. Marcó, A., Rubio, R., Compañó, R., & Casals, I. (2002). Comparison of the Kjeldahl method and a combustion method for total nitrogen determination in animal feed. Talanta, 57(5), 1019–1026. https://doi.org/10.1016/S0039-9140(02)00136-4 Radiati, A. & S. (2016). Analisis Sifat Fisik , Sifat Organoleptik , dan Kandungan Gizi pada Produk Tempe dari Kacang Non-Kedelai. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 5(1), 16–22. Supardi. 1999. Mikrobiologi, Pengolahan dan Keamanan Pangan. Jakarta: Alumni. Suprapti, L. 2003. Pembuatan Tempe.Yogyakarta: Kanisius. Sutiari, N., D. (2015). PROFIL ASAM AMINO EKSTRAK SEREDELE DAN TEMPE. Seminar Nasional FMIPA Undiksha, (Asam Amino), 103–107. Yearina, R., Yuliana, & D. Rsaymida. Tanpa Tahun. Metode Analisis Bahan Pangan. Kasim, A. (Ed). Modul. Universitas Andalas. Padang


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Katalisator

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Published by Kopertis Wilayah X

Jalan Khatib Sulaiman Padang
West Sumatra
Phone: +62751705637
Fax: +62751705637
Email: [email protected]

E ISSN 2502-0943

Copyright (c) 2017  Kopertis Wilayah X  (West Sumatra, Jambi, Riau, Riau Islands)

View My Stats