PERGESERAN NILAI BUDAYA JAWA DALAM NOVEL CANTING KARYA ARSWENDO ATMOWILOTO: SUATU KAJIAN ANTROPOLOGI SASTRA



Endang Wahyuningsi

Abstract


This reseacrh to interpreting the shifting forms of Javanese culture in Canting novel by Arswendo Atmowiloto: literary anthropological studies. This research is a literary research with hermeneutical method. The data in this study are words and sentences relating to the shift of Javanese culture in Canting novels. The data collection technique is the documentation which further read, understand, and record, and classify the data. Data analysis techniques by reviewing data and interpreting research data and drawing conclusions. The results show that in the novel Canting by Arswendo Atmowiloto there is a shift in Javanese culture in terms of knowledge, belief, art, and morals, as well as laws and customs.

 

Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan bentuk-bentuk pergeseran budaya Jawa dalam novel Canting karya Arswendo Atmowiloto:kajian antropologi sastra. Penelitian ini merupakan penelitian sastra dengan metode hermeneutika. Data dalam penelitian ini adalah kata dan kalimat yang berkaitan dengan pergeseran budaya Jawa dalam novel Canting. Adapun teknik pengumpulan data adalah dokumentasi yang selanjutnya membaca, memahami, dan mencatat, serta mengklasifikasikan data. Teknik analisis data dengan meninjau kembali data dan menginterpretasikan data penelitian dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel Canting karya Arswendo Atmowiloto terdapat pergeseran budaya Jawa ditinjau dari pengetahuan, kepercayaan, kesenian, dan moral, serta hukum dan adat istiadat.


Keywords


Shift In Cultural Values; Novel Canting; Anthropology Literature

Full Text:

PDF

Article Statistics

Abstract View : 0 Times
PDF : 0 Downloaded

References


Anshari. (2009). “Hermeneutika sebagai Teori dan Metode Interpretasi Makna Teks Sastra”. Jurnal Sawerigading, vol. 15 No. 2. (online), (http://www.sawerigading.kemdikbud.go.id, diakses 28 September 2018).

Atmowiloto, Arswendo. (2007). Canting. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Ratna, Nyoman Kutha. (2011). Antropologi Sastra:Peranan Unsur-unsur Kebudayaan dalam Proses Kreatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rosidi, Ajib. (1982). Ikhtisar Sejarah Sastra. Bandung: Binacipta.

Setiadi, dkk. (2008). Ilmu Sosial Budaya Dasar. Jakarta: Kencana.

Sumiyardana, K. (2017). “Kesesuaian Masyarakat Jawa dalam Novel Mantra Pejinak Ular dengan Realita:Analisis Sosiologi Sastra”. Madah: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 8(2), (Online), (https://doi.org/10.31503/madah.v8i2.499, diakses 31 Maret 2018).

Sutardi, Tedi. (2007). Antropologi Mengungkap Keragaman Budaya. Bandung: PT Setia Purna Inves.

Sutardjo, Imam. (2008). Kajian Budaya Jawa. Surakarta: Jurusan Sastra Daerah Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret.

Wicaksono, Andri. 2014. Pengkajian Prosa Fiksi. Jakarta: Garudhawaca.

Yusandra, T. F. (2017). “Struktur Percakapan Dalam Teks Drama Anggun Nan Tongga Karya Wisran Hadi”. Jurnal Kata Kopertis X, 1(2), (Online), (http:jurnalkatakopertisx.co.id, diakses 27 Maret 2018).

Zuliyanti, S. (2018). “Kajian Antropologi Sastra Dalam Novel Ranggalawe: Mendung di Langit Majapahit Karya Gesta Bayuadhy”. Jurnal PENTAS 4(1), (Online), (http://www.jurnalpentas.co.id), diakses 27 Maret 2018).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Endang Wahyuningsi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.