TATARAN FONEM PENDERITA STROK PADA MASA TERAPI SUATU KAJIAN NEUROLINGUISTIK



Mhd Johan, Alpino Susanto

Abstract


Communication can happen to everyone. It can not be separated from language, language regardless of caste or disease, with the sick everyone can communicate, even if the person is afflicted by aphasia or stroke patient. This research is intentionally done that useful to bridge the relationship of stroke patients with healthy people. The purpose of this study is to find the phoneme level disorder that was tested by stroke patients during the therapy period. The study used neurolinguistic theory written by Literature. In addition, this theory is also supported by leading neurolinguistic experts. To get this research data, researcher use method refer to record technique, note, participatory option personal methode (SLC). Furthermore, to analyze the data the researcher uses the agih method (distribution), this method is supported by the technique of immediate segmenting constituents technique (ICS) and advanced techniques such as deletion, subtitute, and extension. After that, the results obtained are the process of the splitting of 10 times of delegation, then the process of substitution or there are as many as 16 (sixteen) times, while the process of accreditation or addition there are 4 (four) times

 

Komunikasi dapat terjadi pada setiap orang.  Hal itu tidak dapat dipisahkan dari bahasa, bahasa tidak memandang kasta atau penyakit, dengan orang sakitpun setiap orang dapat berkomunikasi, sekalipun orang itu mengalami gangguan afasia atau menderita strok. Penelitian ini harus dilakukan yang bermaksud untuk menjembatani hubungan penderita strok dengan orang sehat. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari gangguan tataran fonem yang diujarkan oleh penderita strok pada masa terapi. Penelitian menggunakan teori neurolinguistik yang ditulis oleh Sastra. Di samping itu, teori ini juga didukung oleh berbagai ahli neurolinguistik terkemuka. Untuk mendapatkan data penelitian ini, peneliti menggunakan metode simak dengan teknik record,  catat, participatory option personal methode atau simak libat cakap (SLC). Selanjutnya, untuk menganalisis data tersebut peneliti menggunakan metode agih (distribution), metode ini didukung oleh teknik immediate segmenting constituents technique dan teknik lanjutan seperti deletion, subtitute, dan extension. Setelah itu, hasil yang didapat adalah proses pelesapan 10 kali pelesapan, kemudian proses pergantian atau subtitute ada sebanyak 16 (enam belas) kali, sedangkan proses ekspansi atau penambahan ada 4 (empat) kali.


Keywords


Phoneme; Neurolinguistic; Therapy

Full Text:

PDF

Article Statistics

Abstract View : 0 Times
PDF : 0 Downloaded

References


Aichert, I., Späth, M., & Ziegler, W. (2016). Author ’ s Accepted Manuscript. Neuropsychologia. https://doi.org/10.1016/j.neuropsychologia.2016.01.009

Claudia Galluzzia, Ivana Burecaa, Cecilia Guarigliaa, b, Cristina Romanic. (2015). Phonological simplifications, apraxia of speech and the interaction between phonological and phonetic processing. International Journal of Pediatric Otorhinolaryngology, 71, 64–83.

Dharmaperwira-Prins, R. (2004). Gangguan-gangguan Komunikasi Hemisfer Kanan dan Pemeriksaan Komunikasi Hemisfer Kanan (PKHK). Jakarta: Djambatan.

Johan, M. (2016). Gangguan Pelafalan Fonem Terhadap Anak-Anak (Balita) Suatu Kajian: Neurolinguistik. BASIS, Volume.4.(1), 71–80.

Johan, M. (2017). Terapan Penggunaan Fonem Pada Anak Yang Berusia Di Bawah Lima Tahun “Suatu Kajian Neuro Linguistik.” Cakrawala Bahasa-Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, Issn 2089-6115, 6(1), 1–144.

Kendall, D. L., Rosenbek, J. C., Heilman, K. M., Conway, T., Klenberg, K., Gonzalez, L. J., & Nadeau, S. E. (2008). Phoneme-based rehabilitation of anomia in aphasia, 105, 1–17. https://doi.org/10.1016/j.bandl.2007.11.007

Kridalaksana, H. (1993). KamusLinguistik. Jakarta: PT. Gramedia.

Sastra, G. (2014). Bahasa dan strok: Andalas University Press.

Sudaryanto. (1993). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa, Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan Secara Linguistis. Yogyakarta: Penerbit Duta Wacana University Press.

Trost, J. E., & Canter, G. J. (1974). Apraxia of speech in patients with Broca’s aphasia: A study of phoneme production accuracy and error patterns. Brain and Language, 1(1), 63–79. https://doi.org/10.1016/0093-934X(74)90026-1


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Johan Johan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.