TINDAK TUTUR ASERTIF DALAM GELAR WICARA MATA NAJWA DI METRO TV



Yulia Sri Hartati

Abstract


This study aims to look at the assertive speech acts contained in the Najwa Eye speech title in Metro TV. The data were collected using the Simak method. At this stage, data is obtained by listening to language usage. The taping begins with the basic technique of Sadap Technique and Record Technique, ie tapping the use of one's language followed by the Technique of Free Libat Cakap. The collected data is then analyzed using the method of padan. The techniques used in this method are divided into basic techniques and advanced techniques. The basic technique used is the Determinant Element Technique, with advanced techniques of Equalization Approach Technique, and Differentiation Technique. After going through the process of data analysis, the study continued with the presentation of the results of the analysis. At this stage, the analysis results are presented using Informal Presentation Method. The results of this study found subtindak said stating, complaining, claiming, and suggesting. An assertive speech acting substance that is not used is boasting.

 

Penelitian ini bertujuan untuk melihat tindak tutur asertif yg terdapat di dalam gelar wicara Mata Najwa di Metro TV. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode Simak. Pada tahap ini, data diperoleh dengan menyimak penggunaan bahasa. Penyimakan diawali dengan teknik dasar Teknik Sadap dan Teknik Rekam, yakni menyadap penggunaan bahasa seseorang yang dilanjutkan dengan Teknik Simak Bebas Libat Cakap. Data yang sudah terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan metode padan. Teknik yang dipakai dalam metode padan ini terbagi ke dalam teknik dasar dan teknik lanjutan. Teknik dasar yang dipakai adalah teknik Pilah Unsur Penentu, dengan teknik lanjutan Teknik Hubung Banding Menyamakan, dan Teknik Hubung Membedakan. Setelah melalui proses analisis data, penelitian dilanjutkan dengan penyajian hasil analisis. Pada tahap ini, hasil analisis disajikan menggunakan Metode Penyajian Informal. Adapun hasil penelitian ini ditemukan subtindak tutur menyatakan (stating), mengeluh (complaining), mengklaim (claiming), dan menyarankan (suggesting). Subtindak tutur asertif yang tidak dipergunakan adalah membual (boasting).


Keywords


Assertive Speech Acts; Talk Show

Full Text:

PDF

Article Statistics

Abstract View : 0 Times
PDF : 0 Downloaded

References


Gunarwan, Asim. (1994a). “Pragmatik Pandangan Mata Burung”. Di dalam Seonjono Dardjowidjojo (Editor). Mengiring Rekan Sejati: Festschrift Buat Pak Ton. Jakarta: Universitas Katolik Atmajaya.

Gunarwan, Asim. (1994b). “Kesantunan Negatif di Kalangan Dwibahasawan Indonesia-Jawa di Jakarta kajian Sosiopragmatik”. Di dalam Bambang Kaswanti Purwo (Editor). PELLBA 7. Jakarta. Lembaga Bahasa Unika Atma Jaya.

Leech, Geoffrey. (1993). Prinsip-Prinsip Pragmatik. Diterjemahkan oleh Dr. M.D.D. Oka. Jakarta: UI.

Schiffin, Deborah. (1994). Approaches to Discouse, USA, Blackwell Oxford UK & Cambridge,

Schiffin, Deborah. (1994). Discouse Markers, USA, Blackwell Oxford UK & Cambridge,

Sudaryanto. (1993). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogjakarta: Pustaka Wacana University Press.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Yulia Sri Hartati

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.