PENGAKUAN CALABAI: SEBUAH ANALISIS INTERTEKSTUAL NOVEL PASUNG JIWA KARYA OKKY MADASARI DAN NOVEL CALABAI KARYA PEPI AL-BAYQUNIE



Krisna Aji Kusuma, Herman J Waluyo, Nugraheni Eko Wardani

Abstract


This study aims to describe the intertextuality relationship between the novel Pasung Jiwa by Okky Madasari and Calabai by Pepi Al-Bayqunie. The type of research is descriptive qualitative approach using content analysis. Data are collected by inventorying events that are similarities and differences, specifications on the characters, settings, plots, and themes of both text. The research results indicate that there are similar themes on the two novels, the theme of self actualization in addition with the theme of family and friendship. The same characterization are also used by both author, masculine figures with feminine soul characters. The difference between the two novels lies on the plot and setting. Pasung Jiwa uses progressive plot and Calabai uses a flash-back plot.. Okky Madasari takes Java Island as the background in the novel Pasung Jiwa, while the novel Calabai, Pepi Al-Bayqunie using the setting of Sulawesi Island. The basis of the similarity of theme and characterization supported by the similirity of events in the story shows the existence of intertextual relationship between the two novels. As a previously published work, the novel Pasung Jiwa by Okky Madasari is a hipogram and novel Calabai by Pepi A-Bayqunie as a transformational text. On the theme and characterization, the transformation of Calabai forward the hypogram, while in the plot and setting deviates his hypogram, Pasung Jiwa.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan intertekstualitas antara novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari dan novel Calabai karya Pepi Al-Bayqunie. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan konten analisis. Data dikumpulkan dengan menginventariskan peristiwa yang merupakan persamaan dan perbedaan, spesifikasi pada tokoh, latar, alur, dan tema dari kedua teks. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kesamaan tema pada kedua novel, yaitu tema aktualisasi diri, ditambah dengan tema keluarga dan persahabatan. Penokohan yang sama juga digunakan oleh kedua penulis, yaitu tokoh maskulin dengan karakter jiwa feminin. Perbedaan kedua novel terletak pada alur dan latar. Pasung Jiwa menggunakan alur maju dan Calabai menggunakan alur campuran. Latar dalam novel Pasung Jiwa, Okky Madasari mengambil latar Pulau Jawa, sedangkan novel Calabai, Pepi Al-Bayqunie menggunakan latar Pulau Sulawesi. Dasar kesamaan tema dan penokohan didukung kesamaan peristiwa-peristiwa dalam cerita menunjukkan adanya hubungan intertekstual antara kedua novel. Sebagai karya yang terbit terlebih dahulu menjadikan novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari adalah hipogram dan novel Calabai karya Pepi Al-Bayqunie sebagai teks transformasi. Pada tema dan penokohan, transformasi Calabai meneruskan hipogram, sedangkan pada alur dan latar menyimpangi hipogramnya, Pasung Jiwa.


Keywords


intertextuality; hypogram; transformation

Full Text:

PDF

Article Statistics

Abstract View : 0 Times
PDF : 0 Downloaded

References


Al-Bayqunie, Pepi. (2016). Calabai: Perempuan dalam Tubuh Lelaki. Tangerang Selatan: Javanica. Erlina. (2017). Analisis Unsur Enstrinsik Novel Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata. Jurnal KATA, 1(2), 137-143. Madasari, Okky. (2015). Pasung Jiwa: Cetakan kedua. Jakarta: PT. Gramedia. Martin, Megasari. (2017). Ekranisasi Novel Surga Yang Tak Dirindukan Karya Asma Nadia Ke Film Surga Yang Tak Dirindukan Karya Sutradara Kuntz Agus. Jurnal KATA, 1(1), 94-100. Mustami, Khalifah. (2015). Metodologi Penelitian Pendidikan. Yogyakarta: Aynat Pubhlising. Nurgiyantoro, Burhan. (2013). Teori Pengkajian Fiksi: Cetakan kesepuluh. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Raj, Prayer Elmo. (2015). Text/Texts: Interrogating Julia Kristeva's Concept of Intertextuality. An International Peer Reviewed-cum-Refereed Research Journal of Humanities and Social, Vol. 3, Pp. 77-80. Sari, Samsiarni. (2017). Transformasi Pewayangan Tokoh Wisanggeni Sebuah Analisis Intertekstual Novel Wisanggeni Sang Buronan Karya Seno Gumira Adjidarma Dengan Komik Lahirnya Bangbang Wisanggeni Karya RA. Kosasih. Jurnal Gramatika, 3(2), 131-144. Sukmadinata, Nana Sayodih. (2015). Metode Penelitian Pendidikan: Cetakan Kesepuluh. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Sultoni, dkk. (2017). Kajian Strukturalisme Genetik dan Nilai Pendidikan Karakter Novel Pasung Jiwa Karya Okky Madasari/ A Study of the Genetic Structuralism and Character Values in the Novel Pasung Jiwa by Okky Madasari. Jurnal Aksara, 2(2), 28-35. Teeuw. (2015). Sastra dan Ilmu Sastra: Cetakan kelima. Bandung: PT. Dunia Pustaka Jaya. Trisman, Sulistiati, dan Marthalena. (2003). Antologi Esai Sastra Bandingan dalam Sastra Indonesia Modern. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Waluyo, Herman J. (2011). Pengkajian dan Apresiasi Prosa Fiksi. Surakarta: UNS Press. Wicaksono, Andri. (2014). Pengkajian Prosa Fiksi. Jakarta: Garudhawaca.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Krisna Aji Kusuma, Herman J Waluyo, Nugraheni Eko Wardani

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Published By Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Khatib Sulaiman Street Padang
West Sumatera, Indonesia
Phone: +62751705637
Fax: +62751705637
Email: [email protected]

E ISSN 2502-0706                                                     


View My Stats