KALIMAT PASIF DALAM BAHASA INGGRISDAN BAHASA INDONESIA: SUATU ANALISIS KONTRASTIF



Nova Mustika(1*)

(1) STIKes Perintis Sumbar
(*) Corresponding Author

Abstract


Contrastive analysis is a method that can be used to help the difficulties of a teacher in teaching a second language to their students, where learning a second language is strongly influenced by the mastery of the mother tongue. The purpose of this article is to describe comparison of passive sentences in Indonesian and English. The method of this research is descriptive qualitative to provide an overview of the form of the passive sentence and find differences and similarities between passive sentencesin Indonesian and English. Examples was created by the author herself taking into account the level of general acceptance by referring to the book of Tata Bahasa Indonesian and English Grammar. Passive sentences in Indonesian are characterized by use of the "di-", "ter" or "ke-". While in English it used “to be + V3 (Past participle)" which is based on the tenses used (time of occurrence). After comparing passive sentences in Indonesian and English, the author  found similarities and differences.


Analisis kontrastif merupakan suatu cara yang dapat digunakan untuk membantu kesulitan seorang pengajardalam mengajarkan bahasa kedua kepada para siswanya, di mana dalam mempelajari bahasa kedua sangat dipengaruhi oleh penguasaan bahasa ibu. Tujuan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan perbandingan kalimat pasif dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Metode penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif komparatif-kontras yang bertujuan memberikan gambaran tentang bentuk kalimat pasif serta menemukan perbedaan dan persamaan kalimat pasif bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Contoh dibuat oleh penulis sendiri dengan mempertimbangkan tingkat keberterimaan secara umum dengan merujuk kepada buku Tata Bahasa Indonesia dan Grammar Bahasa Inggris. Kalimat pasif dalam bahasa Indonesia dilihat dari strukturnya menggunakan “di-”, “ter-” ataupun “ke-”. Sementara dalam bahasa Inggris hanya mengenal “to be+ V3 (Past Participle)” yang berdasarkankepada tenses yang digunakan (waktu kejadian). Setelah membandingkan kalimat pasif dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, penulis telah menemukan persamaan dan perbedaannya



Keywords


contrastive analysis; passive; active sentence in Indonesian and English

Full Text:

PDF

References


Azar, Betty Schrampfer. (2002). Understanding and Using English Grammar, Third Edition with Answer key. Longman.

Coghill, Jeffrey and Magedanz, Stacy. (2003). English Grammar. New York: Wiley Publishing, Inc.

Efendi, dkk. (2015). Tata Bahasa Dasar Bahasa Indonesia. Bandung: Rosda.

Moeliono. Anton M. (1992). Buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Ramlan, M. (2001). Sintaksis Ilmu Bahasa Indonesia. Yogyakarta: CV.Karyono.

Subiyati. (2016). Kalimat Pasif dalam Bahasa Inggris Peranan dan Pengajarannya. Cakrawala Pendidikan, Edisi 1,1992,Th.XII: 107-120

Suprato , Djuria. (2012). Analisis Kontrastif kalimat Pasif Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Journal Humaniora. Vol.3 No.1 April 2012: 290-298.

Tarigan, Hendry Guntur. (2009). Pengajaran Analisis Kontrastif Bahasa. Bandung: Angkasa.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Nova Mustika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Published by Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2DIKTI) Wilayah X

E ISSN : 2502-0706

Web
Analytics View Stats Jurnal kata : Penelitian tentang Ilmu Bahasa dan Sastra