Korelasi Lama Menjalani Hemodialisa Dengan Pruritus Pada Pasien Hemodialisa



Aria Wahyuni(1*), Uzia Zaida Lawati(2), Eka Gusti(3)

(1) STIKes Fort De Kock
(2) STIKes Fort De Kock
(3) Perawat Klinis Hemodialisa
(*) Corresponding Author

Abstract


Dialysis is a process that aims to remove fluid and waste products from the body when kidney function is unable to carry out the process. One complication that is often experienced by patients is pruritus. This study aims to determine the long-standing relationship of undergoing hemodialysis with pruritus in patients with chronic renal failure. The design of the study was descriptive analytic with a cross sectional approach. The population of this study was all patients who underwent hemodialysis amounted to 83 people and all populations taken as samples with the technique used was total sampling. Data analysis used was univariate analysis and bivariate analysis using correlation test. The results showed that the average length of patients undergoing hemodialysis was 20.58 months with minimum and maximum values of 1 month and 98 months. The average score of patients who experience pruritus is 9.40 with a minimum and maximum value of 0 and 19. Relationship analysis showed a long association with hemodialysis with pruritus (p Value 0.023, r = 1). It is expected that nurses can modify the provision of nursing care by providing understanding to patients the importance of maintaining skin to prevent further pruritus by applying prutitus management in the hemodialysis room.

 

Dialisis merupakan proses yang bertujuan untuk mengeluarkan cairan dan produk limbah dari dalam tubuh ketika fungsi ginjal tidak mampu melaksanakan proses tersebut. Salah satu komplikasi yang sering dialami pasien adalah pruritus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama menjalani hemodialisa dengan pruritus pada pasien gagal ginjal kronik. Desain penelitiannya adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah semua pasien yang menjalani hemodialisa berjumlah 83 orang dan semua populasi diambil sebagai sampel dengan teknik yang digunakan adalah adalah total sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji korelasi. Hasil penelitian didapatkan rata-rata lama pasien yang menjalani hemodialysis adalah 20,58 bulan dengan nilai minimum dan maksimum adalah 1 bulan dan 98 bulan. Rata-rata skor pasien yang mengalami pruritus adalah 9.40 dengan  dengan nilai minimum dan maksimum adalah 0 dan 19. Analisis hubungan menunjukkan adanya hubungan lama menjalani hemodialisa dengan pruritus (p Value 0.023, r = 1). Diharapkan perawat dapat memodifikasi pemberian asuhan keperawatan dengan memberikan pemahaman kepada pasien pentingnya menjaga kulit untuk mencegah pruritus lebih lanjut dengan menerapkan manajemen prutitus di ruang hemodialisa.


Keywords


Duration of undergoing Hemodialysis; Pruritus

Full Text:

PDF

References


Akhyani, M., Ganji, M. R., Samadi, N., Khamesan, B., & Daneshpazhooh, M. (2005). Pruritus in hemodialysis patients. BMC Dermatology, 5(February). https://doi.org/10.1186/1471-5945-5-7

Baradero, M., Dayrit, M. W., & Siswadi, Y. (2005). Seri Asuhan Keperawatan Gangguan Ginjal (1st ed.). Jakarta: EGC.

Bayhakki, B., & Hasneli, Y. (2018). Hubungan Lama Menjalani Hemodialisis dengan Inter-Dialytic Weight Gain (IDWG) pada Pasien Hemodialisis. Jurnal Keperawatan Padjadjaran, 5(3), 242–248. https://doi.org/10.24198/jkp.v5i3.646

Dewi, S. P. (2015). Hubungan Lamanya Hemodialisa dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. STIKes ’Aisyiyah Yogyakarta.

Dyachenko, P., Shustak, A., & Rozenman, D. (2006). Hemodialysis-related Pruritus and Associated Cutaneous Manifestations. International Journal OfDermatology.

Elman. (2011). “The 5-D Itch Scale: A New Measure Of Pruritus”. Br J Dermatol in PMC 2011 March 1.

Harahap, S. Ju. A., Yustina, I., & Ardinata, D. (2016). Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Pasien Hemodialisis Di RSUD Dr Pringadi Medan. Idea Nursing Journal, 1(3).

Jamal, A., & Subramanian, P. (2000). Pruritus among End -Stage Renal Failure Patients on Hemodialysis. Saudi Journal of Kidney Diseases and Transplantation (SJKDT), 11(2), 2000. Retrieved from http://www.sjkdt.org/citation.asp?issn=1319-2442;year=2013;volume=24;issue=3;spage=534;epage=541;aulast=Fatema;aid=SaudiJKidneyDisTranspl_2013_24_3_534_111049

Juwita, L., Febrita, L., & Putri, Y. R. (2016). Efektivitas Latihan Fisik Intra Dialisis Terhadap Kadar Kreatinin Pasien Hemodialisa. HUman Care Journal, 1(1).

Mailani, F., & Andriani, R. F. (2017). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Diet Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis. Jurnal Endurance, 2(3), 416–423.

Muttaqin, A., & Sari, K. (2011). Asuhan Keperawatan Gangguan Sistem Perkemihan. Jakarta: Salemba Medika.

Narita, I., Iguchi, S., Omori, K., & Gejyo, F. (2008). Uremic Pruritus in Chronic Hemodialysis Patients. Journal Of Nephrology, 2(12).

Nunley, J. R., & Lerma, E. (2015). Drmatological Manifestasion of Kidney Disease. Newyork: Springer.

Oxtavia, V., Jumaini, & Lestari, W. (2014). Hubungan Citra Tubuh dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis. Jurnal Online Mahasiswa, 1(1).

Ozen, N., Cinar, F. I., Askin, D., & Mut, D. (2018). Uremic pruritus and associated factors in hemodialysis patients: A multi-center study. Kidney Research and Clinical Practice, 37(2), 138–147. https://doi.org/10.1186/1471-2164-13-217

Pardede, S. O. (2010). Pruritus Uremik. Sari Pediatrik, 11(5), 5–11.

Patel, T., Freedman, B., & Yosipovitch, G. (2007). An Update on Pruritus Associated With CKD. American Journal of Kidney Diseases, 50(1).

Rendi, M. C., & Margareth. (2012). Asuhan Keperawatan Medikal Bedah (1st ed.). Yogyakarta: Nuha Medika.

Riskesdas. (2013). Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013. Kemenkes RI. Jakarta. https://doi.org/1 Desember 2013

Riza, D. N. (2012). Prevalensi Dan Derajat Terjadinya Pruritus Pada Pasien Hemodialisis. Universitas Sumatera Utara.

Roswati, E. (2013). Pruritus pada Pasien Hemodialisis. CDK-203, 40(4), 260–264.

Siahaan, W. M. U., Lubis, A. R., & Tanjung, C. (2016). Hubungan Lama Hemodialisis dan Skor Pruritus pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis di RSUP Haji Adam Malik Medan. Universitas Sumatera Utara. https://doi.org/10.1007/s13398-014-0173-7.2

Singh, A., & Brenner, B. (2005). Dialysis in the treatment of renal failure (16th ed.). Newyork: Harrison’s principles of internal medicine.

Widyantara, I. F. eka. (2016). Analisis Faktor-Faktor yang Behubungan Dengan Kejadian Gagal Ginjal Kronik Pada Pasien Hemodialisis Di RSUD Tugurejo Semarang. Universitas Muhammadiyah Semarang.

Widyastuti, R., Butar-Butar, W., & Bebasari, E. (2014). Korelasi Lama Menjalani Hemodialisis Dengan Indeks Massa Tubuh Pasien Gagal Ginjal Kronik Di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Pada Bulan Mei Tahun 201, 1(2), 1–12.

Zurmeli, Bayhakki, & Utami, G. T. (2006). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Yang Menjalani Terapi Hemodialisis Di RSUD Arifin Ahsmad Pekanbaru. Jurnal Online Mahasiswa, 2(1).




Copyright (c) 2019 Aria Wahyuni, Uzia Zaida Lawati , Eka Gusti

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Published by Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Khatib Sulaiman Street Padang
West Sumatera
Phone: +62751705637
Fax: +62751705637
Email: [email protected]

E-ISSN : 2477-6521