Efektivitas Ekstrak Umbi Gadung (Dioscorea Hispida Dents) Dalam Pengendalian Larva Aedes Aegypti Dan Aedes Albopictus



Ratna Sari Dewi

Abstract


Dengue Hemorrhagic Fever is one of the diseases that disease quickly and can cause death in a short time. One of the natural insecticides in killing Aedes aegypti larvae and Aedes alboipictus is by using tuber bulbs extract.The purpose of this research is to know the difference of various concentrations of tuber bulbs extract on the death of Aedes aegypti larva and Aedes alboipictus. This design of research is experimental research and Anova analysis. The number of population in this study as many as 780 larvae. The concentration used in this research is 0.02%, 0.05%, 0.10%, 0.15%, 0.20%. The results showed that the average deaths of the two different test larvae for the lowest concentrations of 0.02% the average death of the test larvae were 5.80 deaths in the Aedes aegypti larvae and 4.80 deaths in the Aedes albopictus larvae. The conclusion of this research is the difference of concentration 0,02%, 0,05%, 0,10%, 15%, and 0,20% Gadung Umbi extract to Aedes aegypti and Aedes albopictus larvae mortality and concentration correlation 0,02 %, 0.05%, 0.10%, 0.15%, and 0.20% of Gadung Tuber extract on the death of Aedes aegypti and Aedes albopictus larvae.

 

Demam Berdarah  Dengue  merupakan salah satu penyakit yang perjalanan penyakitnya cepat dan dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat. Salah satu insektisida alami dalam membunuh larva Aedes aegypti dan Aedes alboipictus adalah dengan menggunakan ekstrak umbi gadung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan berbagai konsentrasi ekstrak umbi gadung terhadap kematian larva Aedes aegypti dan Aedes alboipictus. Jenis penelitian ini merupakan penelitian ekperimen dengan menggunakan rancangan penelitian Posttest Only Control Group. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 780 ekor larva. Konsentrasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu 0,02%, 0,05%, 0,10%, 0,15%, 0,20%. Penelitian ini menggungakan analisis Anova satu arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kematian kedua larva uji yang berbeda untuk konsentrasi terendah 0,02% rata-rata kematian  larva uji sebesar 5,80 kematian pada larva nyamuk Aedes aegypti dan 4,80 kematian pada larva nyamuk Aedes albopictus. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah adanya perbedaan konsentrasi 0,02%, 0,05%, 0,10%, 15%, dan 0,20% ekstrak Umbi Gadung terhadap kematian larva Aedes aegypti dan Aedes albopictus serta adanya hubungan konsentrasi 0,02%, 0,05%, 0,10%, 0,15%, dan 0,20% ekstrak Umbi Gadung terhadap kematian larva Aedes aegypti dan Aedes albopictus.


Keywords


tuber bulbs extract; Larvae Aedes aegypti; Aedes albopictus

Full Text:

PDF

Article Statistics

Abstract View : 0 Times
PDF : 0 Downloaded

References


Dipte, S. (2017) “Pengendalian Terpadu Vektor Virus Demam Berdarah Dengue , Aedes aegypti ( Linn .) dan Pengendalian Terpadu Vektor VirusDemam Berdarah Dengue , Aedes aegypti ( Linn .) dan Aedes,” (September 2008), hal. 1–18.

Eissn, A. (2017) “KEMAMPUAN PESTISIDA NABATI (MIMBA, GADUNG, LAOS DAN SERAI), TERHADAP HAMA TANAMAN KUBIS (Brassica Oleracea),” 15(1).

Handayani, S. W., Boesri, H. dan Priyanto, H. (2017) “Potensi Umbi Gadung (Dioscorea hispida) dan Daun Zodia (Euodia suaveolens) sebagai Insektisida Nabati,” Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 27(1), hal. 49–56. doi: 10.22435/mpk.v27i1.4278.49-56.

Harijono, Sari, T. A. dan Martati, E. (2008) “Detoksifikasi umbi gadung (Dioscorea hispida Dennst.) dengan pemanasan terbatas dalam pengolahan tepung gadung,” Jurnal Teknologi Pertanian, 9(2), hal. 75–82. Tersedia pada: http://jtp.ub.ac.id/index.php/jtp/article/view/261/658.

Ismail, S. dan (2014) “Penelitian Klinis,” in.

Kementrian Kesehatan (2013) Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2012, Kementerian Kesehatan RI. doi: 351.770.212 Ind P.

Koswara, S. (2013) “TEKNOLOGI PENGOLAHAN UMBI ‐ UMBIAN Bagian 1 : Pengolahan Umbi Talas,” Usaid, 5(1), hal. 1–44.

Lauwrens, F. I. J., Wahongan, G. J. dan Bernadus, J. B. (2014) “Pengaruh Dosis Abate Terhadap Jumlah Populasi Jentik Nyamuk Aedes spp Di Kecamatan Malalayang Kota Manado,” Journal e-Biomedik, 2(1), hal. 1–5.

Pusat Perlindungan Kesehatan (2011) “Demam Berdarah,” Pendidikan Kesehatan Departement Kesehatan. Tersedia pada: www.chp.gov.hk.

Ratna Sumunar, S. dan Estiasih, T. (2015) “Umbi Gadung (Dioscorea hispida Dennst) Sebagai Bahan Pangan Mengandung Senyawa Bioaktif : Kajian Pustaka,” Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol., 3(1), hal. 108–112.

Siregar, S. L. (2014) “Analisis Varians = Analysis of Variance = ANOVA,” hal. 1–12.

Soedarto (2012) “Demam Berdarah Dengue (dengue haemorrhagic fever),” in Demam berdarah dengue. Sagung seto, hal. xvii-202.

Sugiyono, P. D. (2006) “STATISTIK untuk PENELITIAN,” CV ALFABETA Bandung, 10(1), hal. 403.

Suhartono (2014) “Dampak Pestisida terhadap Kesehatan,” Prosiding Seminar Nasional Pertanian Organik, hal. 15–23.

Sukowati, S. (2010) “Masalah Vektor Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Pengendaliannya di Indonesia,” Buletin Jendela Epidemiologi, 2, hal. 26–30.




Copyright (c) 2018 Ratna Sari Dewi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Published by Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Khatib Sulaiman Street Padang
West Sumatera
Phone: +62751705637
Fax: +62751705637
Email: [email protected]

E-ISSN : 2477-6521