Determinan Kejadian Campak Pada Anak Usia Balita di Kota Bukittinggi



Harisnal Harisnal(1*), Dina Ediana(2)

(1) STIKes Fort De Kock Bukittinggi
(2) STIKes Fort De Kock Bukittinggi
(*) Corresponding Author

Abstract


The incidence of measles in the city of Bukittinggi has increased in 2016, namely 77 cases, 40 cases (51.9%) among them in infants. The initial survey of 10 samples found that 40% experienced measles, 50% never had measles immunization, 70% said they did not give exclusive breastfeeding when they were babies. The aim of the study was to determine the factors associated with measles in children under five. Analytical research method with case control design. The population of all children under five, suffering from measles in 2016 was 40 people. Samples were taken by total sampling, and control samples were taken matching. Data was collected through guided interviews and observations, and data was processed computerically with chi-square statistical tests. The results of univariate analysis revealed that 66.7% of the samples were in the control group (66.7%), measles immunization, 73.3%, exclusive breastfeeding, and 57.5% had densely populated homes. Bivariate results, there was a relationship between immunization status ( p = 0,000 and OR = 10.7), exclusive breastfeeding (p = 0.034 and OR = 2.667) and occupancy density (p = 0.003 and OR = 3.807). It was concluded that the factors associated with the incidence of measles were immunization status, exclusive breastfeeding and occupancy density. There needs to be counseling about the disease, continuity from the officers so that the community understands and is aware of the importance of efforts to prevent measles.

 

Kejadian penyakit campak di Kota Bukittinggi mengalami peningkatan pada tahun 2016, yaitu 77 kasus, 40 kasus (51,9 %) diantaranya pada balita. Survei awal terhadap 10 sampel, didapatkan bahwa 40% mengalami kejadian campak, 50% tidak pernah melakukan imunisasi campak, 70% mengatakan tidak memberikan ASI eksklusif saat bayi, Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian campak pada anak usia balita. Metode penelitian analitik dengan desain case control. Populasi seluruh anak usia balita, menderita penyakit campak pada tahun 2016 sebanyak 40 orang. Sampel diambil secara total sampling, dan sampel kontrol diambil secara matching. Data dikumpulkan melalui wawancara terpimpin dan observasi, dan data diolah secara komputerisasi dengan uji statistik chi-square. Hasil analisis univariat diketahui 66,7 % sampel merupakan kelompok kontrol, (66,7 %),  imunisasi  campak, 73,3 %, ASI eksklusif , dan 57,5 % memiliki rumah padat penghuni.Hasil bivariat, adanya hubungan antara status imunisasi (p=0,000dan OR =10,7), pemberian ASI eksklusif (p=0,034dan OR =2,667) dan kepadatan hunian (p=0,003dan OR =3,807). Disimpulkan faktor yang berhubungan dengan kejadian campak adalah status imunisasi, pemberian ASI eksklusif dan kepadatan hunian.Perlu adanya penyuluhan tentang penyakit, berkesinambungan dari petugas sehingga masyarakat lebih memahami serta menyadari tentang pentingnya upaya pencegahan penyakit campak.


Keywords


measles; measles immunization; exclusive breastfeeding; occupancy density

Full Text:

PDF

References


Achmadi, umar F., & Hasyim, H. (2008). Manajemen Penyakit Berbasis Wilayah. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 11(02), 72–76. https://doi.org/10.9774/jmk.13.1.61-75

Dwi Wahyu Ningtyas, A. W. (2014). Pengaruh kualitas vaksin campak terhadap kejadian campak di kabupaten pasuruan. Universitas Airlangga.

Elly Prabowato, Bejo Raharjo, Dwi Astuti, S. D. (2016). HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KEJADIAN CAMPAK PADA BALITA DI KABUPATEN SUKOHARJO. ari Sabtu, 15 Oktober 2016.

Giarsawan, N., Asmara, I. W. S., & Yulianti, A. E. (2012). CAMPAK DI WILAYAH PUSKESMAS TEJAKULA I KECAMATAN TEJAKULA KABUPATEN BULELENG TAHUN 2012. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 4(2), 140–145.

Halim, R. G. (2016). Campak pada Anak (Vol. 43).

Juniarti, J.Kunoli, F., & Afn, N. (2016). FAKTOR RISIKO KEJADIAN CAMPAK DI DUSUN WANDU DESA SALUBOMBA WILAYAH KERJA PUSKESMAS DONGGALA, 6(1), 45–54.

Khotimah, H. (2007). HUBUNGAN ANTARA USIA, STATUS GIZI, DAN STATUS IMUNISASI DENGAN KEJADIAN CAMPAK BALITA. Jurnal Obstretika Scientia, 23–32.

WHO dan Kementerian Kesehatan RI 2017. (2017). Status campak dan rubella saat ini di indonesia.

Chandra, B. 2014. Pengantar Kesehatan Lingkungan. Jakarta. EGC

Depkes RI. 2007. Pedoman Pemberian Makanan Bayi dan Anak dalam Situasi Darurat. Jakarta. Dirjen Bina Gizi Masyarakat

Dinkes Sumbar. 2015. Profil Kesehatan Sumatera Barat tahun 2014. Padang

Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi. 2016. Daftar Pelacakan Kasus Potensi KLB (Campak) Kota Bukittinggi Tahun 2016

Irianto, K. 2014. Epidemiologi Penyakit Menular Dan Tidak Menular Panduan Klinis. Bandung : Alfabeta

Kemenkes RI. 2016. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2015

Kemenkes RI 2016. Infodatin “Situasi Imunisasi di Indonesia”. Jakarta. Kemenkes RI

Najmah. 2016. Epidemiologi Penyakit Menular. Jakarta. Trans Info Media

Probowati, E., Bejo R., , AC. Wijayanti 2016. Hubungan Antara Pemberian ASI Eksklusif Dan Pengetahuan Ibu Dengan Kejadian Campak Pada Balita Di Kabupaten Sukoharjo Universitas Muhammadiyah Surakarta. Naskah Publikasi. STIKes Aisyiah Yogyakarta




Copyright (c) 2019 Harisnal, Dina Ediana

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Published by Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Khatib Sulaiman Street Padang
West Sumatera
Phone: +62751705637
Fax: +62751705637
Email: [email protected]

E-ISSN : 2477-6521