PREVALENSI DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LESI PRA KANKER SERVIKS PADA WANITA



Ricvan Dana Nindrea

Abstract


Kanker serviks merupakan penyebab kematian utama kanker pada wanita di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengetahui prevalensi pra lesi kanker serviks pada wanita berisiko dan tidak berisiko di Kota Palembang. Penelitian dilakukan dengan desain cross-sectional comparative. Populasi penelitian semua PSK yang ada di Kota Palembang dan semua wanita yang datang berobat ke RS Dr. Mohammad Hoesin Palembang dengan aktifitas seksual yang aktif. Total sampel 40 orang. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan menggunakan uji chi square dan multivariat menggunakan regresi binary logistik. Lebih dari separoh responden pada wanita berisiko mengalami lesi pra kanker serviks (70%) sedangkan pada wanita tidak berisiko (20%). Uji statistik diketahui usia pertama kali berhubungan seksual, jumlah partner seksual, merokok, penggunaan kontrasepsi hormonal dan riwayat keputihan berhubungan dengan lesi prakanker serviks (p value < 0,05). Namun tidak terdapat hubungan antara paritas dan sosial ekonomi (p value > 0,05). Faktor dominan lesi prakanker serviks adalah riwayat keputihan dengan OR 109.

 

Cervical cancer is the leading cause of cancer death in women in developing countries, including Indonesia. This study aims to determine the prevalence precancerous lesions of the cervix in women at risk and not at risk in the city of Palembang. The study was conducted with cross-sectional comparative design. The study population of all sex workers in the city of Palembang and all the women who came for treatment to  Dr. Mohammad Hoesin General Hospital Palembang with an active sexual activity. Total sample of 40 people. Data analysis was performed using univariate, bivariate analysis using chi square test and multivariate using regression binary logistic. More than half of respondents in women at risk of pre-cancerous cervical lesions (70%) and in women not at risk (20%). The statistical test known to the age of first intercourse, number of sexual partners, smoking, hormonal contraceptive use and history of white vaginal discharge associated with precancerous lesions of the cervix (p value <0,05). But there is no relationship between parity and social economic (p value> 0,05). The dominant factor of precancerous lesions of the cervix  is white vaginal discharge with OR 109.


Keywords


Precancerous Lesions of The Cervix; White Vaginal Discharge

Full Text:

PDF INDONESIA

Article Statistics

Abstract View : 26 Times
PDF INDONESIA : 36 Downloaded

References


Adekunle OO. 2012. Cervical Intraepithelial Neoplasia (CIN) (Squamous Dysplasia). Department of Obstetric and Gynaecology. Ahmadu Bello University Teaching Hospital ; Zaria Kaduna State Nigeria.

Andi DP, Endy MM. 2006. Lesi prakanker serviks. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Andrijono. 2007. Kanker serviks. Edisi I. Divisi Onkologi Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta ; Balai penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Audrino, K. 2014. Gambaran pemeriksaan sitologi serviks wanita pekerja seksual tidak langsung pada Hotspot Jalan tuanku Tambusai kecamatan Sukajadi Pekanbaru. Fakultas Kedokteran Universitas Riau.

Depkes RI. 2008. Skrining kanker leher Rahim dengan metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA). Jakarta; Dirjen PTM.

Fasiah, SA. 2010. Waspada Kanker Serviks. Jakarta ; Lintang Aksara.

Irmayani. 2014. Faktor Resiko Yang Berhubungan Dengan Lesi Prakanker Serviks Pada WPS Tidak Langsung di Wilayah Kerja Puskesmas Meninting. Jurnal Kesehatan Prima Vol. 8 no. 2, Agustus 2014.

Kodim N, Moech Herdiyantiningsih. 2000. Kanker serviks uteri dan metode deteksi dini yang efektif. Jakarta ; Medika.

Sankaranarayan. Test Characteristics of Visual Infection with 4% Acetic Acid (VIA) and Lugols Iodine (VILI) in Cervical Cancer in Cerala India. Int. J. Cancer; 106, 404- 408. 2007.

Sawaya, G.F., McConnell, K.J., Kulasingam, S.L. Risk of Cervical Cancer Associated With Extending the Interval Between Cervical-Cancer Screenings. N. Engl. Med. J, 2003; 67 : 349-416.

Schift, M., Miller, J., Masuk, M., et al. Contraceptive and reproductive risk factors for cervical intraepithelial neoplasia in American Indian women. Int. J. Epid 2000; 29: 983-998.

Setyorini E, 2009. Faktor-faktor Risiko yang berhubungan dengan kejadian kanker serviks di RS. Dr. Moewardi Surakarta. Universitas Negeri Semarang.

Stracan T, Read P Andrew. 2004. Cancer genetics. In Human molecular genetics. Third edition. London-New York; Garland Schenke.

Suharto, O. 2007. Hubungan Antara Karakteristik Ibu Dengan Partisipasi Ibu Melakukan Pemeriksaan Papsmear di Klinik Adhiwarga PKBI Yogyakarta. Yogyakarta : Universitas Ahmad Dahlan.

Susanti, I. 2010. Hubungan Usia Pertama Kali Berhubungan Seksual dan Jumlah Pasangan Seksual dengan Kejadian Lesi Prakanker Serviks. Jakarta ; FKUI.

Wijaya. 2010. Pembunuh Ganas itu Bernama Kanker Serviks. Yogyakarta; Sinar Kejora




Copyright (c) 2017 Jurnal Endurance

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Published by Kopertis Wilayah X

Khatib Sulaiman Street Padang
West Sumatera
Phone: +62751705637
Fax: +62751705637
Email: [email protected]

E-ISSN : 2477-6521
Copyright (c) 2017 Kopertis Wilayah X (Sumbar, Jambi, Riau dan Kep. Riau)