RESPON TANAMAN BAWANG MERAH (Allium cepa L.) TERHADAP INTERVAL WAKTU DAN JENIS PUPUK ORGANIK CAIR



Jamilah Munir, Erianto Erianto, Fatimah Fatimah

Abstract


Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui respon tanaman bawang merah (Allium cepa l.) terhadap  interval waktu dan jenis pupuk organik cair (POC). Membandingkan efek  POC berbahan baku C.odorata dibandingkan dengan produk komersil NASA. Kenagarian Painan Timur Kecamatan IV Jurai Kabupaten Pesisir Selatan pada bulan Oktober sampai dengan Desember 2016. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor pertama adalah POC  yang berbahan baku tanaman Chromolaena odorata yang terdiri dari atas 3 jenis yaitu;  Crocober Plus (CP), Unitas Super US dan POC komersil NASA. Faktor kedua adalah interval waktu yang terdiri dari 2 taraf; satu minggu sekali dan dua minggu sekali.  Setiap kombinasi perlakukan diulang sebanyak 3 kali, masing-masing satuan percobaan terdiri dari 3 pot tanaman sampel, sehingga jumlah keseluruhanya adalah 54 pot. Data pengamatan terakhir dirata-ratakan dan dianalisis dengan uji F taraf nyata 5%., bila F hitung > F Tabel 5% dilanjutkan dengan BNT pada taraf nyata 5%.  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian pupuk organik cair Crocober Plus dengan interval waktu pemberian satu minggu sekali mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah, dengan bobot umbi kering tertinggi mencapai 46,18 g pot-1.  

 

The aim of this research was to know the response of red onion (Allium cepa l.) on time interval and type of liquid organic fertilizer (LOF). Comparing the effects of LOF made from raw C.odorata with NASA commercial products. The study was located in Kenagarian Painan Timur District IV Jurai Pesisir Selatan District from October to December 2016. The experimental design used was Factorial with 2 treatments arranged in Completely Randomized Design (RAL). The first factor was the LOF made from Chromolaena odorata plant which consists of 3 types, namely; Crocober Plus (CP), Unitas Super US and NASA's Liquid commercial. The second factor was a time interval consisting of two levels; once a week and once two weeks. Each treatment combination was repeated 3 times, each experimental unit consisting of 3 potted plants so that the total was 54 pots. The last observational data were analyzed variance or analysis of variance (ANOVA) 5% real level., If F arithmetic> F Table 5% followed by a Little Significance Different (LSD) at 5% real level. Based on the result of the research, it can be concluded that giving Crocober Plus liquid organic fertilizer with once a week can increase the growth and yield of onion, with the highest dry bulb weight reach 46.18 g pot-1.


Keywords


Red Onion; Organic Liquid Fertilizer; Crocober Plus; Unitas Super; NASA

Full Text:

PDF

Article Statistics

Abstract View : 0 Times
PDF : 0 Downloaded

References


Hanisar, W dan A. Bahrun. 2012. Pengaruh pemberian pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa varietas kacang hijau (Vigna radiata L). pada http://repository.upy.ac.id/122/1/Jurnal%20Wan %20Hanisar%20%20(11122100003).pdf , diakses pada tanggal 15 Mei 2016

Bambang R. Prawiradiputra. 2007. Kirinyuh (Chromolaena odorata (L) R.M. King dan H. Robinson): Gulma Padang Rumput yang Merugikan. Wartazoa, 17(1): 46–52.

Badan Pusat Statistik. 2016. Nilai Produksi dan Biaya Produksi 1 per Hektar Usaha Tanaman Bawang Merah dan Cabai Merah, 2014, BPS. https://www.bps.go.id/linkTabelStatis/view/id/1887

Jamilah. 2006. Substitution N Fertilizer by Green Manure to Maize, Given Rock Phosphate and Vesicular Arbuscular Mychorrhiza on Typic Paleudult. Akademika, 10(2): 1–7.

Jamilah. 2017. Pengaruh Pupuk Organik Cair Asal C.odorata Terhadap Serapan Hara Kalium Dan Hasil Padi Ladang. Jurnal Bibiet, ISSN 2502-0951, 1(1), 17–26. http://doi.org/http://dx.doi.org/10.22216/jbbt.v1i1.258.

Jamilah, Ediwirman, and Ernita, M. 2015. The Effect of Fermented Liquid Organic Fer- Tilizer and Potassium for Nutrient Uptake and Yield of Rice At Tropical Upland. J. Environ.Res.Develop., 9(04): 1–6.

Jamilah, Juniarti, dan Mulyani, S. 2016. Potensi tanaman padi yang dipupuk dengan kompos Chromolaena odorata ; penghasil gabah dan sumber hijauan pakan ternak penunjang ketahanan pangan Potential of rice crop fertilized with compost of Chromolaena odorata to produce grain yield and. Prosiding Sem.Nas.Masy.Biodiv.Indon,2, 27–31. http://doi.org/

10.13057/psnmbi/ m020105.

Jamilah, Maradona, C., Zahanis, dan Ernita., M. 2014. Penetapan konsentrasi dan nterval pemberian POC asal sabut kelapa dan thitonia untuk meningkatkan hasil padi ladang (Oryza sativa L.). In Pros.Sem.Nas. Politani Payakumbuh, Sumatera Barat (Vol. 1, pp. 53–62). Payakumbuh, Sumatera Barat: Politeknik Pertaian Negeri Payakumbuh.

Jamilah, Napitupulu, Y., dan Marni, Y. 2013. Peranan Gulma C. odorata dan sabut kelapa sebagai bahan baku pupuk organik cair mengganti pupuk Kalium untuk pertumbuhan dan hasil padi ladang. In N. Eita (Ed.), Seminar Nasional Optimalisasi Sistem Pertanian Terpadu (pp. 99–106). Payakumbuh, Sumatera Barat: Politani Pertanian Negeri Payakumbuh.

Jamilah, dan Novita, E. 2016. Pengaruh Pupuk Organik Cair Crocober Terhadap Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). Jurnal Ipteks Terapan, 2(8):67-73

Mengel, K., Kirkby, E. A., Kosegarten, H., and Appel, T. 2001. Principles of Plant Nutrition Edited by and, 5th, 849 pp. http: //doi.org/10.1007/978-94-010-1009-2

Nasional, B. S. 2013. Standar Nasional Indonesia (SNI) 6729:2013 Sistem pertanian organik.

Pandey, R., Krishnapriya, V., and Bindraban, P. S. 2013. Biochemical Nutrient Pathways in Plants Applied as Foliar Spray : Phosphorus and Iron Biochemical Nutrient Pathways in Plants Applied as Foliar Spray : Phosphorus and Iron. Washington D.C, USA.

Pertanian, P. Menteri. 2011. Peraturan Menteri Pertanian Nomor /Permentan /Sr.140/10/2011 Tentang Pupuk Organik, Pupuk Hayati Dan Pembenah Tanah, Permenpan 16 (2011).

Setiyowati, S. Haryanti dan R. B. Hastuti. 2010. Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Pupuk Organik Cair tehadap Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L). Bioma 12( 2): 44-48.

Tempo. 2017. Dongkrak Produksi Bawang, Sumbar Tambah Areal Tanam 2.000 Ha. https://bisnis.tempo.co/read/830888/dongkrak-produksi- bawang- sumbar-tambah -areal-tanam-2-000-ha, akses tanggal 24 Oktober 2017.

Waluyo. N dan R. Sinaga. 2015. Bawang merah yang dirilis oleh Balai Penelitian Sayuran. Iptek Tanaman Sayuran No. 004, Januari 2015. Diakses pada tanggal 21 Januari 2015.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal BiBieT

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Published by Kopertis Wilayah X

Jalan Khatib Sulaiman Padang
Sumatera Barat
Phone: +62751705637
Fax: +62751705637
Email: [email protected]

E ISSN 2502-0951
Copyright (c) 2017 Kopertis Wilayah X (Sumatera Barat, Jambi, Riau dan Kepulauan Riau)
View My Stats