PRODUKTIVITAS GANDUM (Triticum aestivum L.) DAN CAISIM (Brassica rapa L.) PADA SISTEM TUMPANGSARI



Reni Elmiati(1*), Zulfadly Syarif(2), Auzar Syarif(3)

(1) STP Haji Agus Salim
(2) Universitas Andalas
(3) Universitas Andalas
(*) Corresponding Author

Abstract


Penelitian tumpangsari  gandum/caisim bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam gandum (Triticum aestivum L.) dan waktu penanaman caisim (Brassica rapa L.) terhadap produktivitas gandum dan caisim. Caisim ditanam satu baris diantara dua baris gandum. Sebagai pembanding terhadap hasil, ditanam gandum dan caisim secara tunggal. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK)  faktorial dengan 3 ulangan. Perlakuan meliputi jarak tanam gandum 20cm x 25cm, 25cm x 25cm dan 30cm x 25cm dan waktu tanam caisim 9 minggu setelah tanam gandum (MSTg), 10 MSTg dan 11 MSTg. Penelitian ini dilakukan di lahan penelitian  BPTP Sumatera Barat, Arosuka dan Laboratorium Fisiologi Tanaman, Universitas Andalas, Padang. Hasil penelitian menunjukkan jarak tanam gandum dan waktu tanam caisim belum memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman gandum dan caisim. Untuk Land Equivalent Rasio (LER) dan Area Time Equivalent Ratio (ATER) menunjukkan sistem tumpangsari gandum/caisim lebih menguntungkan dibandingkan penanaman secara monokultur dengan diperolehnya nilai LER dan ATER >1, sedangkan dari perhitungan Nisbah Kompetisi (NK) tanaman gandum dan caisim diperoleh gandum merupakan komponen dominan dalam sistem tumpangari gandum/caisim.

 

The research of intercropping wheat/caisim aims to determine the effect of plant spacing of wheat (Triticum aestivum L.) and time planting of caisim (Brassica rapa L.) on the productivity of wheat and caisim. Caisim planted a row between two rows of what. As a comparison of the results and wheat or caisim planted single. Experiment using a randomized block design (RAK) factorial with 3 replications. Treatment includes seed spacing 20cm x 25cm, 25cm x 25cm and 30cm x 25cm and planting time of caisim 9 weeks after planting wheat (MSTg), 10 MSTg and 11 MSTg. The research was conducted in BPTP trials field West Sumatera, Arosuka and Plant Physiology Laboratory, Andalas University in Padang. The result showed seed spacing and time of planting caisim not have any impact on the growth and yield of wheat and caisim. For the Land Equivalent Ratio (LER) and Area Time Equivalent Ratio (ATER) showed wheat cropping system/caisim more profitable than planting in monoculture with LER values obtained and ater > 1, while the Ratio of Competition (NK) wheat crop and wheat gained caisim is the dominant component in the intercropping system wheat/caisim.


Keywords


intercropping; wheat; caisim; land productivity

Full Text:

PDF

References


Alamtani, 2013. Kiat Sukses budidaya caisim organik (http://www.alamtani.com/budidaya-caisim-organik.html). [2 Agustus 2013].

Gardner, F.P, R.Brent Pearce, Roger.L.Mitchell, 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. Universitas Indonesia. Jakarta.

Mandal,B.K.,M.C.,Dhare, B.B.Mandal,s.K.Das dan R. Nandy, 1990. Rice, Mungbean, Soybean, Peanut, Ricebean And Blackgram Yields Under Different Intercropping System. Argon.J.,82,1063-1066.

Marta, N, 2013. Pengaruh Jarak Tanam danJumlah Benih per Lubang Tanam terhadap Pertumbuhan dan Produksi Gandum (Triticum aestivum L) Varietas Dewata di Alahan Panjang Kabupaten Solok. Tesis. PPS Unand. Padang.

Mead, R dan R.W.Willey, 1980. The Concept of a land equivalent ratio and advantages in yields for intercropping. Exp. Agric. 16:217-228.

Nurshanti, D.F, 2009. Pengaruh pemberian pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi caisim (Brassica juncea L.). AgronobiS, Vol.1. ISSN:1979-8245x. Hal.89-98.

Pinem, T, 2011. Kajian Waktu Tanam dan Populasi Kacang Tanah terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung dan Kacang Tanah dalam Sistem Tumpangsari Jagung/Kacang Tanah. Tesis. PPS. Universitas Andalas. Padang.

Salisbury FB, Ross WC, 1991. Fisiologi Tumbuhan. Jilid 2. ITB. Bandung.

Sitompul, S.M dan Guritno B. 1995. Analisis Pertumbuhan Tanaman. Gadjah Mada.University Press. Yogyakarta.

Sukamto, 2013. Teknik Budidaya Gandum. Seminar Nasional Pengembangan Gandum di Indonesia. Universitas Andalas. Padang.

Sullivan, P, 2003. Intercropping Principles and Production Practices. Agronomy System Guide. NCAT Agriculture Specialist.

Syarif, Z, 2004. Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kentang dengan dan Tanpa Diikatkan pada Turus dalam sistem Tupangsari Kentang/Jagung dengan Berbagai Waktu Tanam Jagung di Dua Lokasi Dataran Medium Berbeda Elevasi. Disertasi. Pascasarjana Universitas Padjadjaran. Bandung.

Wibowo, 2013. Multiple Cropping. Artikel. (http://wibowo19.wordpress.com /2009/10/28/multiple-cropping/) [4 Agustus 2013


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Reni Elmiati, Zulfadly Syarif, Auzar Syarif

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Published by Kopertis Wilayah X

Jalan Khatib Sulaiman Padang
Sumatera Barat
Phone: +62751705637
Fax: +62751705637
Email: [email protected]

E ISSN 2502-0951
View My Stats