KEMAMPUAN MAHASISWA TEMPATAN MENILAI BERITA PALSU ATAU “HOAX” DALAM MEDIA SOSIAL DALAM UPAYA PENGEMBANGAN JIWA KEWIRAUSAHAAN



Fatkhurahman Fatkhurahman

Abstract


Entrepreneurship developed requires the ability to take decisions in the face of various risks. Where in taking the decision is needed information and the ability to get the right information. One source of information is social media and again the current trend. However, the problem of the tendency of weaknesses in filtering news capabilities has caused the need for a solution to overcome the problem. Assessing the ability to assess the truth of a news from students is very useful in assessing the entrepreneurial spirit of students in making entrepreneurial decisions. The ability to judge a story can be seen from: title assessment, site assessment, contents, foto and news source. The method survey used this research, to students of management courses last semester who have taken entrepreneurship subjects 1 and 2 which amounted to 350 people and samples taken as many as 78 people. Data collection using questionnaires and data were analyzed using descriptive analysis. The result this research can be seen that the ability of students to assess a false news in the being category. Of the five dimensions used it is known that the highest dimension lies in the ability to assess news contents and also assess the headline. While the lowest dimension lies in assessing news sources and also the authenticity of foto on news. Factors affecting the ability of students to assess false news (hoax), among others: fanatics of news sources, emotional factors on the situation of an event, the factors are easily affected and the limitations of the ability to test the truth.

 

Pengembangan jiwa kewirausahaan mensyaratkan adanya kemampuan untuk mengambil keputusan dalam menghadapi berbagai resiko.Dimana dalam mengambil keputusan sangat dibutuhkan informasi dan kemampuan mendapatkan informasi yang tepat.Salah satu sumber informasi adalah media sosial dan lagi trend saat ini.Namun persoalan adanya kecenderungan masih lemahnya kemampuan menyaring berita menyebabkan perlunya adanya solusi untuk mengatasi masalah terseebut.Menilai kemampuan menilai kebenaran sebuah berita dari mahasiswa sangat berguna dalam menilai jiwa kewirausahaan mahasiswa dalam mengambil keputusan berwirausaha bahwa kemampuan menilai sebuah berita dapat dilihat dari: penilaian judul, penilaian situs, kontens, foto dan sumber berita. Metode survey digunakan dalam penelitian ini, yakni kepada mahasiswa program studi manajemen semester akhir yang sudah mengambil mata kuliah kewirausahaan 1 dan 2 yang berjumlah 350 orang dan sampel diambil sebanyak 78 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa menilai sebuah berita palsu dalam kategori sedang. Dari lima dimensi yang digunakan diketahui bahwa dimensi tertinggi berada pada kemampuan menilai kontens berita dan juga menilai judul berita. Sedangkan dimensi terendah terletak pada menilai sumber berita dan juga keaslian foto pada berita. Faktor yang mempengaruhi kemampuan mahasiswa menilai berita palsu (hoax) antara lain: fanatik terhadap sumber berita, faktor emosional terhadap situasi sebuah kejadian, faktor mudah terpengaruh dan faktor keterbatasan kemampuan menguji kebenaran.


Keywords


HOAX; student ability

Full Text:

PDF INDONESIA

Article Statistics

Abstract View : 0 Times
PDF INDONESIA : 0 Downloaded

References


Aribowo, E. K. (2017). Menelusuri Jejak Hoaks Dari Kacamata Bahasa: Bagaimana Mendeteksi Berita Palsu Sedini Mungkin. Osf. io/preprints/inarxiv/k2at4, 1(1), 1–17.

Mansyah. (2017). Fenomena Berita Hoax Sosial Media Facebook Dalam Menghadapi Pemilihan Umum Gubernur DKI Jakarta. Unpas, 1(1), 1–30.

Nugroho, S. E. (2017). Upaya Masyarakat Anti Fitnah Indonesia Mengembalikan Jatidiri Bangsa dengan Gerakan Anti Hoax, 2(1), 1–4.

Pailis, E. A., & Suroto, B. (2016). The Influence of Partnerships and Self-concept for the Courage to Take Risks and Their Impact on the Achievements Sought of Small Industries in the City of Pekanbaru, 6(5), 262–269. https://doi.org/10.5923/j.economics.20160605.03

Pailis, E. A., & Suroto, B. (2017). Entrepreneurship of Local Student : Online Shopping Behavior Perspective, 7(4), 171–176. https://doi.org/10.5923/j.economics.20170704.02

Pakpahan R. (2017). Analisis Fenomena Hoax Diberbagai Media Sosial Dan Cara Menanggulangi Hoax. Konferensi Nasional Ilmu Sosial & Teknologi, 1(1), 479–484.

Riyanto, B., & Hastuti, N. H. (2017). Literasi Media Digital Mahasiswa Surakarta Dalam Mensikapi Hoax Di Media Sosial. Jurnal Transformasi, I(3), 27–33.

Rosmiati, N. (2017). Analisis Wacana Berita Hoax Pada Media Sosial Studi Analisis Wacana “Aksi Massa Warga Amerika Tuntut Pembubaran FPI.” Doctoral Dissertation, Perpustakaan.

Siswoko, K. H. (2017). Kebijakan Pemerintah Menangkal Penyebaran Berita Palsu atau “ Hoax .” Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, Dan Seni, 1(1), 13–19.

Sormin, D. (2013). Pengaruh Berita Hoax Terhadap Pengguna(User) Media Sosial Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (Studi Kasus Mahasiswa Universitas Negeri Medan Fakultas Ilmu Sosial Jurusan PPKn Angkatan 2013), 2013.

Triartanto, A. Y. (2017). Kredibilitas Teks Hoax di Media Siber. Jurnal Komunikasi, 6(2), 33–36.

Wirawan, R., & Wibisono, M. B. (2017). Perancangan Aplikasi Sosial Media Untuk Analisis Berita Hoax. Prosiding Sintax, 191–195.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Fatkhurahman

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Published by LLDIKTI Wilayah X

Khatib Sulaiman Street Padang
West Sumatera, Indonesia
Phone: +62751705637
Fax: +62751705637
Email: [email protected]

E ISSN 2477-7862